DENPASAR (PIIBALI.OR.ID) — Di hari peringatan guru nasional (25/11/2020), PW PII Bali berkunjung ke kanwil Kemenag Bali untuk bersilaturahmi dengan Ibu Rustiani Erwin Yuni Astiti selaku Kepala Seksi PAI bidang Pendidikan Islam. Untuk memulai percakapan Bangkit memperkenalkan struktur kepengurusan yang baru, termasuk dirinya sebagai Ketua Umum PW PII Bali periode 2020-2022. Tak lupa ia menjelaskan kondisi PII Bali saat ini.

Mendengar penjelasan Bangkit, Ibu Rustiani terkejut saat mengetahui PII Bali baru menjangkau lima Kabupaten di Bali. Beliau berharap PII segera memperluas pergerakannya agar dapat terjangkaunya seluruh kabupaten yang ada di Bali. “Jangan mau terus-terusan berada dalam lingkaran yang sama. Kalian ini calon pemimpin bangsa, kalian harus bisa berpikir out of the box untuk melihat di luar lingkaran dan dapat mengembangkan organisasi.” Ujar Ibu Rus.

Bangkit pun terbakar semangatnya. Bangkit berharap Ibu Rustiani bisa membantu pergerakan PII Bali dengan memberikan bantuan berupa link/kontak bidang Pendis yang ada di daerah-daerah Bali.

Kedatangan PW PII Bali juga bermaksud untuk mengundang Ibu Rustiani menjadi pembicara seminar pelajar yang akan diadakan pada bulan Desember ini ,yang sekaligus diadakan pelantikan PW PII Bali periode 2020-2022 sebelumnya. Beliau menerima tawaran ini dengan senang hati.

Pada seminar yang bertemakan “Aktualisasi Pendidikan Pasca Pandemi” kali ini, beliau diharapkan bisa memberikan pendapat dalam bidang Pendidikan Islam dan dapat mengundang guru-guru agama untuk menghadiri seminar ini.

Tak hanya ingin membahas kondisi PII Bali, Ibu Rustiani berbagi informasi kondisi pelajar muslim di Bali saat ini. Beliau turut prihatin dengan keadaan pelajar muslim yang di sekolahnya tidak terdapat guru agama, sehingga banyak siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran pendidikan Islam dengan baik.

“Kalau kita tidak memahami ilmu matematika atau ilmu kimia dengan baik itukan tidak menjadi masalah. Tetapi yang jadi masalah jika kita tidak memahami ilmu agama, tidak bergunalah hidup kita. Karena ilmu agama itukan penting.” kata Ibu Rustiani.

Untuk itu, beliau ingin membuat program majlis ta’lim guna memfasilitasi pelajar muslim agar dapat mempelajari pendidikan agama Islam dengan baik. Akan tetapi, Ibu Rustiani masih mempertimbangkan dengan siapa beliau akan berkolaborasi, apakah dengan PII Bali atau dengan organisasi lainya. Jika dengan PII Bali, nantinya PII Bali diharapkan bisa membantu terselenggaranya program ini dengan mengumpulkan pelajar-pelajar tersebut. (Syr)