TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Pelajar Islam Indonesia (PII) Aris Darussalam mengatakan organisasinya menargetkan untuk mengejar pembentukan generasi emas Indonesia per 2030. Salah satunya adalah dengan meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

“Cita-cita kami, pada 2030, Indonesia menjadi bangsa paling hebat di muka bumi,” ujar Aris yang mewakili PII setelah bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 3 Agustus 2017.

Indonesia sendiri, di tingkat dunia, termasuk berada di peringkat bontot untuk masalah literasi. Berdasarkan studi Central Connecticut State University pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat 60 dari 61, di atas Botswana.

Menurut Aris, dalam pertemuan dengan PII, Jokowi meminta PII mengawal gerakan literasi Indonesia dan mengevaluasi Kartu Indonesia Pintar.

Aris berkata, PII sangat mengapresiasi rencana Jokowi memajukan tingkat literasi penduduk Indonesia dan mengajak mereka untuk mengawal itu. Kebetulan, kata ia, PII memiliki rencana serupa.

Misalnya, mendistribusikan buku-buku yang ditulis atau digemar para pahlawan Indonesia seperti Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka. “Itu kan bukunya sudah susah banget dicari di mana-mana, di Gramedia, di Karisma,” ujar Aris.

Aris menambahkan bahwa study club juga perlu dikembangkan untuk meningkatkan gerakan literasi. Ia berkata, Bung Karno mendapat akses ke berbagai buku karena mengikuti study club dan itu tradisi literasi yang harus dibangun ke depannya.

“HOS Tjokroaminato di Rumah Peneleh juga seperti itu, itu yang menjadi titik tekan kami (dalam mengawal gerakan literasi),” ujar Sekjen PII tersebut.

ISTMAN MP