Jakarta, MINA – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) memiliki kepengurusan baru untuk periode 2017-2020. Sejumlah nama dilantik di Auditorium Indosat Ooredoo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

Adapun jumlah pengurus yang dilantik berjumlah 48 orang. Di antara pengurus baru itu antara lain Husin Tasrik Makrup Nasution sebagai Ketua Umum, Sureza Sulaiman sebagai Ketua Korps Brigade dan Haslinda Satar sebagai Ketua Korps Brigade PII Wati.

Tema yang diangkat dalam pelantikan ini adalah “Meneguhkan Komitmen Kepelajaran, Keislaman dan Keindonesiaan Menuju Kedaulatan Pendidikan di Indonesia ”.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PII periode 2015-2017 Munawar Khalil mengatakan bahwa PB PII adalah satu-satunya organisasi pelajar yang memiliki tanggung jawab paling besar dalam menguatkan mutu pendidikan masyarakat.

“PII adalah satu-satunya organisasi pelajar yang tidak memiliki orangtua. Tidak seperti yang lain. Sehingga PII memiliki tanggung jawab paling besar di antara organisasi yang lain. Maka hari ini, segala bentuk kepengurusan PB PII, saya serahkan kepada pengurus baru,” katanya.

Terkait isu keretakan di tubuh PII, Munawar Khalil menjelaskan, dengan dilantiknya pengurus baru, maka berakhir sudah isu keretakan yang selama ini dibesar-besarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“PII menunjukkan persatuannya yang kokoh. Isu-isu keretakan di internal PII selama ini tidak perlu disebar lagi. PII sudah bersatu,” katanya.

Sementara itu, Ketua PB PII periode 2017-2020 Husin Tasrik Makrup Nasution mengatakan, PII akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.

Sejumlah tokoh nasional yang menghadiri tersebut di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Kepala KEIN Soetrisno Bachir, dan Ketua Umum Pengurus Besar KB PII Nasrullah Larada serta ratusan tamu undangan. (L/R06/RI-1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)